Dosen UBB, Uky Eji Anggara, Sabet Juara 1 Nasional Video Pembelajaran & Juara 4 Kategori Infografik Pembelajaran BIPA 2026

20 Okt 2026 4
Dosen UBB, Uky Eji Anggara, Sabet Juara 1 Nasional Video Pembelajaran & Juara 4 Kategori Infografik Pembelajaran BIPA 2026

Bangka — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bangka Belitung (UBB), Uky Eji Anggara, M.Pd., meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Uky berhasil menyabet Juara 1 kategori Video Pembelajaran sekaligus Juara 4 kategori Infografik Pembelajaran pada Sayembara Alih Wahana Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2026.

Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penetapan pemenang ini tertuang dalam Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Nomor 003/KPA/2026 yang ditetapkan di Bogor pada 12 Oktober 2026 lalu.

Uky mengaku tidak menyangka bisa menyisihkan peserta lain dari berbagai daerah. “Jujur, awalnya saya tidak menyangka sama sekali. Ketika diumumkan, rasanya sangat senang, bangga, dan haru,” kata Uky saat dihubungi.

3 Media Pembelajaran BIPA Berbasis Canva

Dalam kompetisi ini, Uky merancang tiga buah karya inovatif pada kategori Infografik Pembelajaran, Gim Digital Interaktif, serta Video Pembelajaran. Seluruh materi diadaptasi dari buku Sahabatku Indonesia terbitan Badan Bahasa tahun 2019 dengan memanfaatkan platform Canva.

  1. Video Pembelajaran "Alat Musik Favoritku" (Juara 1)

    Karya ini ditujukan untuk pemelajar BIPA level 2 Unit 1. Mengambil latar percakapan di tempat kursus musik, video animasi ini mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Video tersebut juga memperkenalkan gitaris maestro Indonesia Tohpati serta keanekaragaman alat musik tradisional Nusantara.

  2. Infografik Pembelajaran "Salam: Cara Menyapa dalam Bahasa Indonesia" (Juara 4)

    Infografik untuk BIPA level 1 Unit 1 ini mengulas tata cara menyapa berdasarkan situasi waktu, sapaan formal/informal, ungkapan berpamitan, hingga wawasan keberagaman salam budaya masyarakat Indonesia.

  3. Gim Digital Interaktif "Misi Makan Siang!"

    Gim edukatif ini mengajak siswa BIPA level 2 Unit 5 belajar kuliner Nusantara melalui simulasi memasak, pengenalan bahan, serta aktivitas menyimak pesanan secara interaktif.

Uky mengungkapkan, tahap perancangan materi menjadi tantangan terbesar baginya. "Proses yang paling menyita pikiran adalah ketika merancang. Ada banyak hal yang perlu ditentukan sejak awal, seperti langkah-langkah, tujuan pembelajaran, dan karakteristik pemelajar," jelasnya.

Pentingnya Budaya Lokal dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Selain penguasaan tata bahasa, dosen FISIP UBB ini menekankan pentingnya unsur budaya lokal dalam pengajaran BIPA. Menurutnya, mengenalkan tradisi, kesenian, dan kearifan lokal — seperti budaya Kepulauan Bangka Belitung — membuat proses belajar bahasa menjadi jauh lebih hidup dan kontekstual bagi pemelajar asing.

“Bahan ajar BIPA idealnya adalah bahan ajar yang bisa kita kaitkan dengan konteks budaya lokal setempat, yaitu di mana pemelajar itu belajar BIPA,” ujar Uky.

Ia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi para kolega akademisi dan mahasiswa untuk tidak ragu berinovasi. "Pesan saya sederhana: mulai dan coba saja dulu. Semoga bahasa Indonesia bisa terus mendunia. BIPA di hati," pungkasnya.