UMKM Sudah Go-Digital, Namun Belum Go-Naik
Membaca Ulang Realitas Lapangan yang Sering Terlewat Fitri Evilia; Dea Adinda Riskya; Lovina Yasyfa Nazwa; Rindu Lola Yolanda N; Retno Julia Artika; Devary Darren • Pangkalpinang • 2025
Digitalisasi UMKM sering dipromosikan sebagai jalan pintas menuju kemajuan. Para pelaku usaha didorong untuk masuk ke dunia marketplace, beradaptasi, dan mengikuti arus ekonomi baru yang serba cepat dan instan.
Menurut Ndraha, dkk. (2024) digitalisasi UMKM memberikan keuntungan dan kemudahan, tetapi banyak juga tantangan yang harus dihadapi. Di lapangan, para pelaku UMKM merasakan kemudahan promosi dan akses konsumen luar daerah. Namun kehadiran di marketplace tidak otomatis meningkatkan penjualan; banyak toko digital tetap sepi kunjungan sementara upaya mengejar visibilitas justru menguras tenaga tanpa hasil yang sepadan.
"Terdorong Go-Digital namun belum Go-Naik: UMKM terjebak di ruang abu-abu digitalisasi — realitas yang sering terlewat."
Di beberapa titik, digitalisasi justru menambah beban kerja: pemotretan produk, pengelolaan iklan berbayar, hingga upaya menaikkan rating. Bagi pelaku yang kurang familiar teknologi, hal ini menjadi tekanan yang membuat mereka merasa 'tidak cukup canggih' untuk bersaing. Algoritma marketplace cenderung menguntungkan pelaku dengan modal besar yang bisa memanfaatkan influencer dan iklan berbayar.
Namun tidak semua cerita negatif. Beberapa UMKM mendapatkan manfaat nyata — mampu menjangkau pasar luar daerah dan mengurangi ketergantungan pada pembeli lokal. Keberhasilan ini biasanya terkait dengan literasi digital, modal, dan waktu untuk menyesuaikan diri dengan platform.
Kontras antara pengalaman tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi bukan solusi universal. Faktor struktural seperti modal, jaringan, dan pemahaman algoritma menentukan siapa yang naik kelas dan siapa yang tertinggal. Tanpa dukungan pendampingan dan kebijakan yang inklusif, digitalisasi hanya menjadi etalase baru tanpa peningkatan berarti.
Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta perlu disinergikan untuk membangun ekosistem digital yang memberdayakan UMKM. Digitalisasi harus disertai pelatihan, pendampingan teknis, dan kebijakan yang mempertimbangkan realitas lapangan — sehingga UMKM tidak sekadar 'online' namun benar-benar 'naik kelas'.
Ringkasan
- Masalah: Banyak UMKM Go-Digital tapi belum mengalami kenaikan omset.
- Penyebab: Literasi digital rendah, keterbatasan modal, algoritma platform.
- Solusi: Pendampingan, pelatihan, kebijakan inklusif, kolaborasi multi-pihak.
- Rekomendasi: Fokus pada ekosistem, bukan sekadar mendorong pendaftaran di marketplace.
Kata Kunci
- Digitalisasi UMKM
- Literasi Digital
- Algoritma Marketplace
- Inklusi Ekonomi