FISIP UBB Gandeng Sembilan Mitra Perkuat Tri Dharma
Bangka – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan sembilan mitra strategis. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar FISIP UBB pada Senin (20/7) ini menjadi langkah nyata dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga mitra.
Adapun mitra yang menandatangani perjanjian kerja sama meliputi Pemerintah Desa Air Mesu, Pemerintah Desa Merawang, Pemerintah Desa Batu Belubang, Pemerintah Desa Deniang, Pemerintah Desa Riding Panjang, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Timah Tbk (Institutional Affairs), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UBB menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah menjalin kerja sama dengan FISIP UBB. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan implementasi Tri Dharma yang lebih relevan, inovatif, dan berdampak.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan komitmen seluruh mitra. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang nyata, memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan, serta menghasilkan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah," ujarnya.
Usai penandatanganan perjanjian kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi kerja sama. Pembahasan difokuskan pada pengembangan berbagai program, di antaranya Kampus Berdampak, magang mahasiswa, kuliah praktisi, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
Dalam sesi diskusi, perwakilan camat menyambut baik kolaborasi yang dibangun antara FISIP UBB dan para mitra. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di wilayah Bangka Belitung.
"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan kepala desa berharap kerja sama yang telah disepakati dapat menghasilkan program pendampingan yang berkelanjutan bagi desa-desa mitra.
"Potensi desa kami sangat besar, namun masih memerlukan pendampingan agar dapat dikelola secara optimal. Kami berharap dosen dan mahasiswa FISIP UBB dapat berkolaborasi bersama pemerintah desa dalam mengembangkan sumber daya manusia serta menggali potensi lokal yang dimiliki setiap desa," ungkapnya.
Melalui kemitraan ini, FISIP UBB berharap sinergi yang terjalin dapat melahirkan inovasi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen FISIP UBB dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.