Dua Akademisi UBB Bawa Isu Kebijakan Pendidikan Indonesia ke Konvensi Eurasia di Korea Selatan
BUSAN, KOREA SELATAN – Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Dua akademisi dari Prodi Ilmu Politik UBB, yakni Prof. Ibrahim dan Sandy Pratama, M.Si., mendapat kehormatan untuk mewakili institusi dalam ajang tahunan bergengsi Annual Eurasia Convention 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Eurasia Foundation (From Asia) ini berlangsung pada 3-4 Agustus 2026 di Lotte Hotel Busan, Korea Selatan. Dengan mengusung tema besar "The Role of Education in the Age of Chaos - Hope for a New Era", forum global ini berhasil mempertemukan lebih dari 630 akademisi dan praktisi dari 30 lebih negara yang tergabung dalam jejaring Eurasia Foundation.
Partisipasi UBB dalam konvensi ini mencatatkan prestasi tersendiri. Prof. Ibrahim, yang telah diakui sebagai representasi Eurasia di Bangka Belitung sejak 2018, didapuk sebagai salah satu pembicara dalam sesi breakout dissemination pada hari kedua penyelenggaraan. Dalam sesi tersebut, Prof. Ibrahim mempresentasikan makalah bertajuk "The Transformation of Educational Politics in Developing Countries: Challenges, Policy Reforms, and Collaboratives Opportunities in Indonesia".
Pemaparan Prof. Ibrahim menyoroti berbagai isu aktual dan kontemporer terkait tata kelola dan kebijakan pendidikan di Indonesia. Gagasan beliau yang mengupas tantangan pendidikan nasional serta diskursus program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, sekolah garuda, hingga digitalisasi pendidikan sukses memantik diskusi hangat dan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta forum.

Selain menyoroti peran pendidikan, Konvensi Eurasia 2026 juga menghadirkan empat sesi panel komprehensif yang membahas berbagai isu global. Fokus pembahasan tersebut meliputi: Politik & Ekonomi (termasuk kajian tatanan ekonomi era "Trump 2.0"); Sejarah, Isu Sosial, Pemikiran, & Etika; Kebudayaan & Pendidikan; serta Sastra, Budaya Populer, Kecerdasan Buatan (AI), Lingkungan, & Energi.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan akademik, konvensi ini juga menjadi momentum evaluasi bagi berbagai institusi penerima program hibah kelas internasional (grant subsidize class) dari Eurasia Foundation. Tahun ini menandai pencapaian gemilang bagi UBB yang berhasil mempertahankan statusnya sebagai penerima hibah selama tujuh tahun berturut-turut. Sandy Pratama, M.Si., selaku pengampu mata kuliah Eurasia dan Dinamika Politik Global, hadir sebagai tokoh di balik pengembangan ide komunitas Eurasia dalam program hibah ini di UBB.
Pada kesempatan tersebut, delegasi UBB juga memaparkan laporan pelaksanaan dan silabus terbaru yang akan diterapkan. Sebagai informasi, tahun ini Prodi Ilmu Politik UBB kembali meraih pendanaan sebesar USD 10.000 (sekitar Rp 180 juta) untuk menyelenggarakan mata kuliah Eurasia dan Dinamika Politik Global. Mengusung tema "Bridging Mutual Interests: Discovering a Harmonic Prosperity in the Eurasia Community", kelas internasional ini dijadwalkan akan mengundang 14 pembicara tamu dari dalam dan luar negeri secara luring pada semester gasal mendatang.

Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Prodi Ilmu Politik FISIP UBB dalam merawat dan memperluas jejaring pengetahuan global. Langkah strategis ini diharapkan dapat terus mengokohkan keunggulan institusi serta meningkatkan kapasitas sivitas akademika UBB di masa depan. Vivat Academia!