Nelayan Desa Baskara Bhakti Dilatih Bahasa Inggris demi Tembus Pasar Ekspor

11 Mei 2026 121
Nelayan Desa Baskara Bhakti Dilatih Bahasa Inggris demi Tembus Pasar Ekspor

Bangka Belitung — Keterbatasan kemampuan bahasa Inggris masih menjadi hambatan utama bagi nelayan di Desa Baskara Bhakti untuk memasarkan produk hasil laut mereka ke pasar internasional. Kondisi itu mendorong dosen Universitas Bangka Belitung menggelar program pelatihan Basic English khusus untuk pemasaran produk nelayan.

Program bertajuk Basic English untuk Pemasaran Produk Nelayan Desa Baskara Bhakti: Kesiapan Ekspor Produk melalui Penguasaan Bahasa Inggris untuk Pemula tersebut dipublikasikan dalam jurnal PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025.

Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Bangka Belitung menemukan bahwa sebagian besar nelayan masih bergantung pada jalur distribusi lokal dan tengkulak karena belum memiliki keterampilan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris. Akibatnya, promosi produk melalui media sosial maupun platform perdagangan global belum berjalan optimal.

“Permasalahan utama yang sedang dihadapi nelayan Desa Baskara Bhakti bukanlah kualitas produk, melainkan keterbatasan penguasaan bahasa Inggris dasar sebagai sarana komunikasi global,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.

Dalam program itu, peserta dilatih menggunakan kalimat sederhana untuk memperkenalkan produk laut, menjelaskan kualitas barang, menyebutkan harga, hingga menjawab pertanyaan calon pembeli asing. Salah satu contoh percakapan yang digunakan adalah kalimat: “This is dried anchovy from Baskara Bhakti. It is fresh, clean, and ready to cook.”

Pelatihan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan kepala desa dan kelompok nelayan. Kegiatan berlangsung di kantor Desa Baskara Bhakti dalam dua tahap, yakni sosialisasi dan diskusi interaktif.

Selain modul cetak, tim pengabdian juga menyiapkan lembar kerja percakapan dan video pembelajaran berdurasi lima hingga sepuluh menit yang dapat diputar ulang melalui YouTube dan grup WhatsApp desa. Media audio-visual dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami oleh peserta dibandingkan materi berbasis teks.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris dasar untuk promosi produk. Sejumlah nelayan mengaku mulai berani mendeskripsikan hasil laut mereka di depan peserta lain, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan.

Program ini juga menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Tidak hanya nelayan, anak-anak dan ibu rumah tangga di desa turut tertarik mempelajari kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan pemasaran produk olahan laut seperti kerupuk ikan dan ikan asin.

Meski demikian, peneliti mencatat sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan kosakata peserta, durasi pendampingan yang singkat, hingga akses perangkat digital yang belum merata di kalangan masyarakat pesisir.

Penelitian itu menyimpulkan bahwa pelatihan bahasa Inggris berbasis kebutuhan praktis dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan ekspor produk nelayan. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga pendidikan, Desa Baskara Bhakti dinilai berpotensi menjadi model desa nelayan berbasis ekspor di Indonesia. 

Sumber: Anggraeni, D., Wulansari, D., & Afandi, R. (2025). BASIC ENGLISH UNTUK PEMASARAN PRODUK NELAYAN DESA BASKARA BHAKTI: KESIAPAN EKSPOR PRODUK MELALUI PENGUASAAN BAHASA INGGRIS UNTUK PEMULA. PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat9(2), 41-51. https://doi.org/10.37303/peduli.v9i2.735