Rawat Kebersamaan, FISIP UBB Gelar Gotong Royong Mulai dari Tanam Pohon Asoka hingga Makan Bakwan Kuah Bersama
MERAWANG, Suasana di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung (UBB), Balunijuk, tampak berbeda pada Jumat pagi, 10 Juli 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, area Gedung Babel I yang biasanya riuh dengan aktivitas akademik, mendadak berubah menjadi panggung gotong royong berskala besar. Puluhan sivitas akademika menanggalkan pakaian formal mereka, menggantinya dengan kaos olahraga, siap memegang sekop, cangkul, hingga kuas cat.
Agenda bertajuk "Olahraga dan Gotong Royong bersama" ini diinisiasi langsung oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBB guna mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, rindang, dan sehat. Menariknya, kegiatan ini menjadi simbol runtuhnya sekat birokrasi kampus. Seluruh elemen bersatu padu, mulai dari jajaran pimpinan fakultas (Dekanat), Ketua Senat UBB (Dr. Aimie Sulaiman, M.A.), para dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga petugas pendukung kebersihan dan kerapihan fasilitas fakultas.
"Ini adalah upaya kami untuk merawat rumah bersama. Bukan sekadar membersihkan fisik kampus, tapi juga menyegarkan kembali semangat kebersamaan pasca-rutinitas kerja yang padat," ujar perwakilan fakultas di sela-sela kegiatan.
Dua Fokus Utama: Penghijauan Taman dan Revitalisasi Fasilitas Kelas
Gotong royong yang berlangsung selama dua jam penuh hingga pukul 09.30 WIB ini difokuskan pada dua titik krusial di lingkungan FISIP UBB:
1. Penanaman Bibit Pohon Asoka
Untuk mendukung konsep kampus hijau (green campus), area taman fakultas menjadi sasaran pertama. Menggunakan media tanam campuran tanah dan sekam yang disiapkan bergotong-royong, bibit-bibit pohon Asoka mulai ditanam di area strategis bawah gedung. Pohon Asoka dipilih karena selain memberikan kesan estetis dengan bunganya yang cerah, juga dikenal kokoh dan efektif sebagai peneduh alami dari terik matahari Bangka Belitung.
2. Pengecatan Tangga Gedung Babel 1
Bukan hanya penghijauan, aspek estetika bangunan juga mendapat perhatian serius. Titik tangga luar yang terletak dekat dengan Ruang Kelas 14 Gedung Babel 1 menjadi target revitalisasi. Struktur tangga yang semula tampak kusam dicat ulang oleh tim gabungan dosen dan petugas kebersihan. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan visual mahasiswa saat kembali melangsungkan perkuliahan tatap muka di area tersebut.
Kehangatan Semangkuk Bakwan Kuah Khas Bangka sebagai Penutup
Tepat pukul 09.30 WIB, seluruh target pekerjaan fisik dinyatakan selesai. Sebagai puncak dari rasa syukur dan kebersamaan hari itu, seluruh peserta gotong royong berkumpul bersama di selasar gedung.
Suasana formal kampus mencair sepenuhnya ketika hidangan penutup disajikan: bakwan kuah, kuliner berkuah hangat yang khas dan sangat populer di Kepulauan Bangka Belitung. Menikmati bakwan kuah bersama di bawah embusan angin pagi Balunijuk menjadi penanda manis selesainya pekerjaan hari itu.
Momen makan bersama ini sekaligus menegaskan nilai kesetaraan di lingkungan FISIP UBB. Duduk melingkar tanpa memandang jabatan—baik Dekan, Ketua Senat, dosen muda, hingga petugas kebersihan—semuanya membaur menikmati kehangatan yang sama.
Melalui aksi gotong royong organik ini, FISIP UBB membuktikan bahwa membangun ekosistem pendidikan yang unggul tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas melalui diskusi teoretis, melainkan juga dimulai dari kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar dan penguatan solidaritas antar-manusia yang menggerakkannya.