Cegah Kepunahan, Dosen UBB Turun Tangan Selamatkan Sastra Lisan Melayu Belitung
Belitung — Sastra lisan Melayu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini menghadapi ancaman nyata. Jarangnya teks atau manuskrip yang mendokumentasikan cerita-cerita kuno ini, ditambah minimnya atensi dari generasi muda, membuat warisan peradaban yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan norma sosial tersebut berada di ambang kepunahan.
Merespons kondisi kritis ini, tim dosen dari Universitas Bangka Belitung (UBB) yang terdiri dari M. Afifulloh, Putra Pratama Saputra, dan I Nyoman Pasek Darmawan berinisiatif menggelar program pengabdian masyarakat. Program ini difokuskan di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dari bulan Mei hingga Agustus 2025 lalu.
Ironi di Balik Kesibukan Petani dan Potensi Wisata
Desa Pelepak Pute sejatinya merupakan wilayah yang unik dan potensial. Selain memiliki daya tarik wisata alam seperti Gunung Batu Titi dan agrowisata, desa ini juga memiliki "Kampung Bali" yang dihuni oleh sekitar 130 kepala keluarga sejak tahun 1991. Namun, di balik keberagaman dan potensi wisatanya, kesadaran masyarakat akan pentingnya sastra lisan sebagai identitas lokal masih tergolong rendah.
"Budaya masyarakat setempat yang lebih mementingkan bekerja untuk mencari nafkah sebagai petani mengakibatkan minimnya pengetahuan akan pentingnya tradisi sastra lisan yang mereka miliki," tulis tim pengabdi dalam laporan jurnal ilmiahnya.
Hingga saat program ini dimulai, belum ada satu pun wadah, program, atau sanggar belajar di desa tersebut yang memfasilitasi kegiatan konservasi maupun dokumentasi sastra lisan. Akibatnya, cerita rakyat, pantun, hingga mantra-mantra adat Melayu setempat hanya tersimpan dalam ingatan para penutur usia tua tanpa pernah dibukukan.
Empat Tahapan Strategis Menuju Desa Literasi Budaya
Didukung oleh pendanaan internal melalui Skema Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) UBB, tim pengabdi menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis partisipatif. Upaya penyelamatan warisan budaya ini dirancang melalui empat tahapan utama:
Tahap Persiapan: Melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa dan survei awal guna menganalisis situasi serta memetakan masalah mitra di lapangan.
Tahap Sosialisasi: Dilaksanakan pada Selasa, 1 Juli 2025 di Kantor Desa Pelepak Pute. Sesi ini dihadiri oleh 30 peserta keterwakilan dari Dusun Aik Kalak, Dusun Pelepak Pute, dan Dusun Balitung, mulai dari perangkat desa, tokoh adat, hingga kader Karang Taruna dan PKK.
Tahap Pelatihan dan Pendampingan: Mengasah keterampilan (soft skill dan hard skill) masyarakat dalam mendokumentasikan sastra lisan serta mentransformasikan cerita rakyat ke dalam bentuk tulisan dan media digital.
Tahap Evaluasi: Penilaian menyeluruh untuk menyusun rencana tindak lanjut program.
Dalam sesi diskusi kelompok saat sosialisasi, antusiasme warga rupanya sangat tinggi. Perwakilan dari Dusun Balitung dan Aik Kalak mengaku khawatir cerita-cerita kuno mereka hilang. Sementara, para pemuda mengusulkan pembentukan forum cerita kampung sebagai ruang interaksi antargenerasi.
Membidik Roadmap Digital dan Integrasi Kebijakan Desa
Program ini tidak berhenti pada sekadar penyuluhan. Tim UBB bersama masyarakat menargetkan luaran konkret jangka panjang, salah satunya menerbitkan buku kumpulan cerita rakyat Desa Pelepak Pute. Buku fisik ini nantinya akan didistribusikan ke perpustakaan desa dan sekolah-sekolah setempat untuk mendongkrak budaya literasi.
Tidak hanya itu, guna menarik minat generasi milenial dan zilenial, pelestarian juga diarahkan ke ranah digital melalui pembuatan video narasi, podcast budaya, hingga pengelolaan konten media sosial desa.
Ke depan, tim dosen UBB berkomitmen mengawal keberlanjutan program ini hingga tiga tahun ke depan. Target utamanya adalah mendorong pemerintah desa agar mengintegrasikan program pelestarian sastra lisan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Melalui langkah terstruktur ini, Desa Pelepak Pute diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam konservasi sastra lisan berbasis kemandirian masyarakat.
Sumber: Afifulloh, M., Saputra, P. P., & Darmawan, I N. P. (2025). Antara cerita & tradisi: Pelestarian warisan sastra lisan masyarakat antargenerasi Melayu Desa Pelepak Pute, Pulau Belitung. JPMD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa, 6(2), 436–449. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/jpmd