Menjinakkan Arus Digital: Strategi Inovatif Membumikan Pancasila pada Generasi Z di Belitung Timur

04 Jun 2026 41
Menjinakkan Arus Digital: Strategi Inovatif Membumikan Pancasila pada Generasi Z di Belitung Timur

MANGGAR – Di tengah kepungan algoritma media sosial, dominasi budaya pop global, dan derasnya arus digitalisasi, sebuah tantangan besar membayangi dunia pendidikan Indonesia: bagaimana menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di sanubari Generasi Z?

Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan dalam Cokroaminoto Journal of Primary Education (Juni 2025) memotret kondisi riil sekaligus menawarkan solusi konkret atas keresahan ini. Studi mendalam tersebut menyoroti urgensi dan strategi kontekstual dalam membumikan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi remaja Generasi Z di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus ini diinisiasi oleh tim akademisi Universitas Bangka Belitung yang beranggotakan Padlun Fauzi, Tsulis Amiruddin Zahri, dan Hadi Fitriansyah. Melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen yang melibatkan siswa, pengajar, dan tokoh masyarakat setempat, tim peneliti berhasil menguliti akar masalah sekaligus merumuskan peta jalan pembelajaran yang adaptif.

Metode Konvensional yang Mulai Usang

Temuan di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah (gap) yang lebar antara cara pandang Generasi Z dengan metode pengajaran konvensional yang selama ini diterapkan di sekolah-sekolah. Pola doktrinasi satu arah, hafalan teks luhur, dan ceramah monoton dinilai sudah tidak lagi relevan bagi generasi yang lahir di era kelimpahan informasi digital.

"Generasi Z di Kecamatan Manggar memiliki karakteristik yang sangat lekat dengan gawai dan internet. Mengajarkan Pancasila kepada mereka tidak bisa lagi sekadar meminta mereka menghafal sila demi sila," tulis Padlun Fauzi dan kolega dalam laporan ilmiahnya.

Minimnya relevansi metode pengajaran konvensional di tengah gempuran konten digital global disinyalir dapat mengikis kesadaran kebangsaan dan kepekaan sosial para remaja jika terus dibiarkan tanpa adanya intervensi taktis.

Strategi Pembelajaran Kontekstual dan Inovatif

Untuk menjembatani jurang tersebut, riset ini merumuskan sejumlah strategi pembelajaran inovatif yang mengawinkan nilai-nilai ideologi negara dengan ekosistem digital kegemaran Gen Z.

Pertama, digitalisasi konten Pancasila. Para pendidik di Manggar didorong untuk mengemas narasi kebangsaan, nilai gotong royong, dan toleransi ke dalam format yang ramah bagi Gen Z, seperti video pendek, infografis estetis, hingga pemanfaatan platform media sosial.

Kedua, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang kontekstual. Dibandingkan berteori di dalam kelas, para siswa dilibatkan langsung dalam aksi sosial nyata di lingkungan Kecamatan Manggar, seperti aksi bersih lingkungan, kampanye digital antipundung (anti-bullying), hingga proyek pelestarian budaya lokal Belitung Timur. Melalui aksi nyata ini, nilai Pancasila tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan perilaku yang dihidupi sehari-hari.

Ketua tim peneliti menekankan bahwa penanaman wawasan kebangsaan harus menyentuh ranah emosional dan logika praktis remaja. Pancasila harus diposisikan sebagai "filter etis" bagi mereka dalam menyaring informasi, mendeteksi hoaks, dan menangkal radikalisme di ruang siber.

Kolaborasi Multipihak di Manggar

Kunci keberhasilan dari pembumian ideologi ini, menurut studi tersebut, tidak bisa hanya dibebankan pada pundak guru di sekolah. Diperlukan sebuah ekosistem pendukung yang solid melibatkan tiga pilar utama: sekolah, keluarga (orang tua), dan komunitas masyarakat.

Di Kecamatan Manggar, sinergi ini mulai dibangun dengan melibatkan tokoh adat dan komunitas pemuda lokal guna mengintegrasikan kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Belitung kedalam penguatan karakter kebangsaan. Pengaruh keteladanan dari orang tua di rumah dalam memanfaatkan teknologi secara bijak juga menjadi fondasi krusial yang disoroti dalam penelitian ini.

"Tantangan globalisasi dan dominasi digital tidak harus dihadapi dengan menjauhkan Gen Z dari teknologi, melainkan dengan mewarnai teknologi tersebut menggunakan konten-konten yang berkarakter Pancasila," ungkap tim peneliti dalam kesimpulannya.

Riset ini menjadi alarm sekaligus panduan penting bagi para pemangku kebijakan pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung, untuk segera mereformasi tata cara penyampaian pendidikan moral dan kebangsaan agar tidak kehilangan relevansinya di mata generasi masa depan.


Sumber: Fauzi, P., Zahri, T. A., & Fitriansyah, H. (2025). Pembumian Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan pada Generasi Z di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(2), 658–669. Pembumian Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan pada Gen Z di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur