Penguatan Karakter Siswa SMPN 1 Koba: Membumikan Profil Pelajar Pancasila Lewat 7 Kebiasaan Hebat

23 Jul 2026 21
Penguatan Karakter Siswa SMPN 1 Koba: Membumikan Profil Pelajar Pancasila Lewat 7 Kebiasaan Hebat

KOBA, Pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terus menjadi fokus utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kebiasaan hidup yang disiplin dan bertoleransi tinggi. Menanggapi tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar program edukasi dan sosialisasi partisipatif di SMP Negeri 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Program yang digawangi oleh akademisi UBB—Tri Indrayati, Muhamad Hijran, Akbar Farid, Dini Oktariani, dan Mustofa Tohari—ini bertujuan menghubungkan nilai-nilai normatif Profil Pelajar Pancasila dengan aksi nyata harian melalui 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia.

Menerjemahkan Nilai Pancasila ke Dalam Perilaku Harian

Ketua tim pengabdian, Tri Indrayati, menjelaskan bahwa pembentukan karakter pada remaja usia SMP tidak cukup hanya mengandalkan nasihat verbal atau hafalan konsep semata. Karakter tumbuh lebih kuat ketika nilai-nilai Pancasila diterjemahkan ke dalam rutinitas sederhana yang langsung dipraktikkan oleh siswa.

"Karakter tidak sekadar dinilai dari pengetahuan siswa tentang benar dan salah, melainkan dari kebiasaan nyata yang tampak dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah," ujar Tri Indrayati saat membuka kegiatan.

Dalam sesi materi, Dini Oktariani memetakan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila ke dalam konteks aktivitas sekolah:

  • Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia: Dihubungkan dengan kebiasaan ibadah rutin, menjaga sopan santun, dan menyapa guru.

  • Gotong royong: Diterapkan lewat aksi menjaga kebersihan kelas dan membantu teman.

  • Mandiri & Bernalar Kritis: Diwujudkan melalui kemampuan mengatur waktu belajar, memilah informasi dari media sosial, serta menyiapkan kebutuhan sekolah secara mandiri.

Mengurai Tantangan Gawai Lewat 7 Kebiasaan Hebat

Pada sesi berikutnya, Akbar Farid dan Muhamad Hijran mengajak para siswa membedah implementasi 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia, yang meliputi: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Diskusi berlangsung interaktif saat membahas kebiasaan tidur cepat dan bangun pagi. Sejumlah siswa secara jujur mengakui bahwa penggunaan gawai (smartphone) hingga larut malam sering kali mengganggu pola tidur mereka, yang berdampak pada rasa kantuk saat mengikuti pelajaran di kelas.

Melihat hambatan ini, tim UBB tidak memberikan sanksi, melainkan mengarahkan siswa untuk menyusun rencana perubahan mandiri. Setiap siswa diminta memilih satu kebiasaan kecil yang realistis untuk diperbaiki dalam rentang satu minggu pertama.

Lembar Komitmen dan Tindak Lanjut Sekolah

Agar program ini membawa dampak berkelanjutan, Mustofa Tohari memfasilitasi evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut bersama para guru pendamping. Kegiatan ini menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam lembar komitmen kelas serta instrumen refleksi harian.

Rekomendasi tindak lanjut bagi SMP Negeri 1 Koba mencakup:

  1. Pemasangan media visual pengingat 7 Kebiasaan Hebat di setiap ruang kelas.

  2. Sesi refleksi singkat mingguan yang dipandu oleh wali kelas.

  3. Pemberian apresiasi dan keteladanan dari pihak sekolah atas perubahan perilaku positif sekecil apa pun yang ditunjukkan oleh siswa.

Melalui pendekatan yang partisipatif dan aplikatif ini, program edukasi dari Universitas Bangka Belitung membuktikan bahwa pembentukan karakter generasi penerus bangsa dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dan sederhana dalam keseharian.


Sumber: Indrayati, T., Hijran, M., Farid, A., Oktariani, D., & Tohari, M. (2026). Penguatan karakter berbasis Profil Pelajar Pancasila dan 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia di SMP Negeri 1 Koba. SERVICENITY, 2(1), 56–67. https://doi.org/10.69673/servicenity.v2i1.251

Sumber Gambar: Gambar sampul merupakan gambar AI.