Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) semester V, peminatan mata kuliah Demografi dan Kependudukan, melaksanakan kuliah lapangan di Kantor Kemendukbangga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jalan Air Itam, Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Rombongan mahasiswa disambut hangat oleh jajaran BKKBN dan langsung mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran berbasis case method. Kegiatan memberikan pengalaman lapangan yang menghubungkan teori demografi dengan praktik kebijakan dan program kependudukan di tingkat provinsi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk melihat aspek praktis dari ilmu yang diperoleh di kelas. Selain itu, berguna dalam penyusunan tugas akhir yang berkaitan dengan data demografi dan kependudukan, serta membantu memetakan isu-isu aktual,” ujar Herza, M.A., dosen pengampu mata kuliah Demografi dan Kependudukan.

Kuliah umum disampaikan oleh Fazar Supriadi Sentosa, S.H., dengan materi bertajuk Transformasi Kemendukbangga melalui Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pembangunan keluarga sebagai fondasi tercapainya Visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menjelaskan mandat strategis Kemendukbangga/BKKBN berdasarkan Perpres Nomor 180 dan 181 Tahun 2024.

Mahasiswa diperkenalkan pada program strategis seperti GENTING, TAMASYA, GATI, dan SIDAYA, serta peran mahasiswa dalam program Mahasiswa Penting sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan penguatan kualitas keluarga.

Selain materi kebijakan, mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai berbagai isu kependudukan nasional dan daerah, seperti transisi demografi, bonus demografi, struktur umur penduduk, hingga indeks kepedulian isu kependudukan di Bangka Belitung.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif berbasis studi kasus, yang memberikan pengalaman langsung mengenai implementasi kebijakan, program, dan data kependudukan di lapangan. Dalam sesi ini, mahasiswa diminta menganalisis skenario kebijakan dan merumuskan rekomendasi yang relevan dengan konteks daerah.

Sebagai penutup, mahasiswa diajak meninjau fasilitas kantor BKKBN, termasuk Ruang TAMASYA dan Pusat Data, untuk melihat lebih dekat proses layanan, edukasi, serta dokumentasi data kependudukan yang menjadi dasar perencanaan pembangunan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami dinamika isu kependudukan, integrasi kebijakan pembangunan keluarga, serta pentingnya peran akademisi dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.