BEM FISIP UBB Gelar Seminar Politik Hijau

Di penghujung tahun 2016 (30/12), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) menggelar seminar dengan tema “Politik Hijau dan Tantangan Kebijakan Pembangunan Bidang Lingkungan Pasca Pemilihan Gubernur Bangka Belitung. Tampak hadir pada acara ini perwakilan organisasi internal di kampus Universitas Bangka Belitung, BEM di kampus-kampus yang ada di Provinsi Bangka Belitung, serta LSM-LSM di Bangka Belitung

Seminar yang mengambil tema lingkungan ini ditujukan untuk mengkaji dan mencari solusi permasalahan lingkungan yang ada di Bangka Belitung. Seminar ini diisi oleh narasumber yang kompeten dalam menkaji lingkungan. Adapun narasumber seminar ini: M. Anshori, M.A (Akademisi FISIP UBB), Jafri (WALHI Bangka Belitung) dan David (Gerakan Masyarakat Peduli LingkunganBangka Belitung). Dalam sambutannya, 

Dalam paparannya, Jafri (Walhi Bangka Belitung) menyampaikan "Tidak dapat dipungkiri, pertambangan yang merupakan sektor penopang kehidupan masyarakat Bangka Belitung memberikan dampak yang besar bagi masyarakat dan lingkungan Bangka Belitung, diantaranya: kerusakan lingkungan, masalah reklamasi, pekerja anak, serta konflik. Terkkait hal tersebut, maka harus segera lakukan perbaikan, terutama masalah kerusakan lingkungan. Perbaikan-perbaikan lahan bekas tambang merupakan cara yg dapat dilakukan untuk mempebaiki kualitas lingkungan Bangka Belitung. Selain itu, perlu dikeluarkan kebijakan-kebijakan yang memperhatikan dan memiliki keadilan ekologi"

Dari sudut pandang akademik, Anshori mengatakant persoalan lingkungan di lingkup lokal, nasional maupun global sedang berada dalam level sakit. Hal ini dapat dilitas dari kualitas alam lingkungan yang menurun. Oleh karena itu, perlu ada solusi untuk menghidupkan kembali lingkungan hidup kita agar tata kelola lingkungan menjadi lebih baik. Ada beberapa cara yang dapat digunakan, seperti dengan mengubah kesadaran manusia dari kesadaran antroposentrimse menjadi ekosentrisme atau kesadaran yang mempedulikan lingkungan tempat tinggal. Mengubah kesadaran tersebut dapat melalui pendidikan formal, informal dan nonformal, seperti dialog, informasi dan seminar seperti hari ini. Selain itu, upaya menghidupkan kembali lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara memberdayakan kebermaknaan masyarakat adat dan kearifan lingkungan lokal secara legal, karena masyarakat adat dan kearifan lokal merupakan penopang kelestarian lingkungan. Selain sosialisasi, penting juga menginisiasi gerakan lingkungan sebagai gerakan masyarakat yang aktif-partisipatif.

Oleh karena itu, moment Pilgub merupakan moment efektif  untuk mendesak program pembangunan berbasis lingkungan, sehingga ada baiknya memanfaatkan momentum ini untuk perbaikan tata kelola lingkungan hidup.

Education - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.